Salah satu alasannya, sebagian besar bank tersebut beroperasi secara lokal dan memiliki eksposur yang terbatas terhadap transaksi antarbank.
Konsolidasi juga berpotensi mengubah persaingan di antara bank-bank kecil. Namun, menurut Fitch, kelemahan struktural yang selama ini dihadapi bank kecil kemungkinan masih bertahan dalam jangka pendek.
Dengan konsolidasi, pemerintah China berupaya memperkuat struktur sektor perbankan sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan terhadap lembaga keuangan yang memiliki risiko lebih tinggi.
China menghadapi perlambatan ekonomi
Penutupan dan konsolidasi bank-bank kecil berlangsung ketika ekonomi China menghadapi sejumlah tekanan.
Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,3 persen pada kuartal II 2026, menjadi pertumbuhan paling lambat dalam lebih dari tiga tahun. Fitch juga mencatat perlambatan tersebut terjadi ketika permintaan domestik melemah, sementara ekspor masih memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di sektor industri, laba perusahaan tumbuh 4,2 persen secara tahunan pada Agustus 2026, turun dari pertumbuhan 11,2 persen pada Juli. Perlambatan tersebut mencerminkan tekanan dari lemahnya permintaan domestik dan kelebihan pasokan di sejumlah sektor.
Meski demikian, kondisi ekonomi China tidak sepenuhnya menunjukkan pelemahan di seluruh sektor. Aktivitas manufaktur kembali masuk zona ekspansi pada September 2026 dengan indeks PMI resmi sebesar 50,1. Perkembangan tersebut antara lain didukung pemulihan aktivitas pabrik dan meningkatnya permintaan terkait industri kecerdasan buatan (AI).

