TEBO – Seorang warga Jambi berinisial M yang telah berdomisili di Kabupaten Tebo mempertanyakan pelayanan pemasangan sambungan baru PDAM.

Warga tersebut mengaku telah mendaftar sejak 26 Agustus 2026, menjalani survei, dan melunasi biaya Rp800 ribu,Minggu(6/9/26).

Namun, sambungan air hingga kini disebut belum juga terpasang.

Menurut pengakuannya, setiap kali menanyakan proses pemasangan, ia mendapat jawaban yang sama: menunggu sesuai antrean.

Persoalannya, warga tersebut mengaku mendapat informasi ada pemohon lain yang mendaftar setelah dirinya, namun disebut lebih dahulu diproses.

“Kalau memang sesuai antrean, saya jadi bertanya-tanya,” ujarnya.

Keluhan itu bermula ketika ia melihat promo pemasangan sambungan PDAM sebesar Rp600 ribu. Ia kemudian mendaftar melalui nomor WhatsApp yang tercantum di spanduk pada 26 Agustus 2026.

Setelah menunggu sekitar lima hari kerja tanpa survei, ia kembali mempertanyakan proses tersebut. Menurutnya, survei baru dilakukan pada 2 September 2026.

Usai survei, ia menerima rincian biaya tambahan Rp200 ribu. Dengan demikian, total pembayaran menjadi Rp800 ribu dan, menurut pengakuannya, telah dilunasi.

Namun setelah pembayaran, ia kembali diminta menunggu antrean sekitar satu hingga dua minggu.

“Sudah dibayar semuanya, tetapi katanya masih menunggu antrean,” katanya.

Bagi warga tersebut, air bukan sekadar kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku membutuhkan pasokan air untuk mendukung usaha kecil yang dijalankannya, terlebih di tengah musim kemarau.

Keluhan ini memunculkan sejumlah pertanyaan.