Jakarta — Militer Amerika Serikat mencegat sebuah kapal di perairan Pasifik bagian timur yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas perdagangan narkoba pada Rabu (2/9/2026).

Operasi tersebut dilakukan oleh Joint Task Force Western Hemisphere (JTF-WHEM) di bawah arahan Komando Selatan AS atau U.S. Southern Command, bekerja sama dengan Pemerintah Ekuador.

Menurut keterangan Komando Selatan AS, informasi intelijen menunjukkan kapal tersebut beroperasi untuk mendukung Los Choneros, organisasi kriminal asal Ekuador yang disebut sebagai kelompok narco-teroris oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kapal itu diduga digunakan sebagai stasiun pengisian bahan bakar terapung untuk membantu aktivitas perdagangan narkoba melalui jalur laut.

Kapal Dicegat di Laut Pasifik

Dalam operasi tersebut, pasukan AS melakukan intersepsi terhadap kapal yang berada di wilayah Pasifik Timur.

Personel militer kemudian menaiki, memeriksa, dan mengamankan kapal tersebut. Sejumlah orang yang berada di kapal berhasil ditahan dalam operasi tersebut.

Setelah proses intersepsi selesai, orang-orang yang ditahan diserahkan kepada pihak berwenang Ekuador. Kapal tersebut kemudian ditenggelamkan oleh pasukan AS.

Operasi itu menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat dan Ekuador untuk mengganggu jalur logistik kelompok kriminal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di kawasan tersebut.

Diduga Jadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar

Keterangan militer AS menyebut kapal tersebut tidak sekadar digunakan untuk mengangkut barang, tetapi berfungsi sebagai fasilitas pendukung operasi di laut.

Kapal diduga menjadi tempat pengisian bahan bakar terapung yang membantu kapal-kapal lain menjalankan aktivitas perdagangan narkoba tanpa harus kembali ke daratan.

Dengan menghentikan kapal tersebut, militer AS menilai salah satu bagian dari jaringan logistik Los Choneros dapat diputus.

Komando Selatan AS menyebut operasi ini sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengganggu jaringan perdagangan narkoba dan kelompok kriminal di kawasan Barat Belahan Bumi.