JAKARTA – Samsung menjelaskan alasan di balik kenaikan harga Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 dibandingkan generasi sebelumnya. Perusahaan menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar global, namun tetap optimistis perangkat lipat terbarunya akan mendapat sambutan positif di Indonesia.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan kenaikan harga tidak dapat dihindari akibat kelangkaan chipset serta melemahnya nilai tukar rupiah.

“Jadi kenaikan harga yang bahkan kita dapatkan tahun ini itu memang sebenarnya tidak bisa kita hindari dengan kelangkaan chipset, kemudian juga nilai tukar rupiah yang melemah, tapi kita tetap berikan program yang baik,” ujar Ilham dalam sesi hands-on di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Ilham, kenaikan harga Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 masih berada di kisaran 17–20 persen, lebih rendah dibandingkan kenaikan harga sejumlah produk lain di pasar.

“Yang lain mungkin bisa di atas 30 persen kenaikannya. Kita hanya ada di range sekitar 17-20 persen kenaikan harga dibandingkan dengan generasi sebelumnya,” katanya.

Samsung Klaim Respons Pasar Positif

Meski mengalami kenaikan harga, Samsung mengklaim minat konsumen terhadap Galaxy Z Fold 8 tetap tinggi.

Ilham menyebut antusiasme tersebut terlihat sejak masa reservasi hingga pre-order yang menunjukkan respons positif dari pasar Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan itu juga didukung berbagai program promosi yang ditawarkan Samsung agar konsumen tetap merasa memperoleh nilai lebih saat membeli perangkat baru.

“Jadi kita membuat supaya konsumen tetap merasa affordable, merasa device-nya terjangkau, merasa yang mau upgrade itu, trade-in itu tetap worth it untuk dilakukan, sehingga dia bisa dapat device terbaru,” ujarnya.