Jakarta — Kesehatan gigi dan mulut pada masa kanak-kanak tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan gigi, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan jantung di kemudian hari.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa anak yang mengalami gigi berlubang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung saat dewasa. Temuan tersebut memperkuat bukti adanya hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan kardiovaskular.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cardiology pada April 2026 oleh Nikoline Nygaard dan tim menyimpulkan bahwa masalah kesehatan gigi sejak dini berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Studi Pantau Peserta Selama 23 Tahun

Penelitian yang melibatkan sembilan peneliti dari Denmark dan Inggris itu menganalisis data longitudinal dari hampir 569 peserta selama 23 tahun.

Peneliti membandingkan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dengan riwayat gigi berlubang serta gingivitis atau radang gusi yang dialami peserta pada masa kanak-kanak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus gigi berlubang yang berat berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung pada laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, gingivitis yang terjadi sejak usia dini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Pada perempuan, gigi berlubang yang tergolong berat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 45 persen, sedangkan pada laki-laki risikonya meningkat 32 persen.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kesehatan mulut yang buruk pada masa kanak-kanak, terutama apabila gigi berlubang dan radang gusi berlangsung dalam waktu lama atau semakin parah, berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke saat dewasa.