Jakarta — Korea Selatan untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan darurat gelombang panas menggunakan sistem peringatan baru yang diluncurkan tahun ini. Langkah tersebut diambil setelah suhu di sejumlah wilayah diperkirakan mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Korea Selatan mengimbau warga menghentikan aktivitas di luar ruangan dan segera mencari tempat yang lebih sejuk guna mengurangi risiko dampak suhu ekstrem.

Sistem peringatan baru tersebut diterapkan untuk menghadapi meningkatnya frekuensi serta intensitas gelombang panas yang terjadi di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatan darurat akan diterbitkan apabila wilayah yang terdampak diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual sebesar 39 derajat Celsius selama satu hari.

“Korea Meteorological Administration (KMA) mengeluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas pada pukul 10.00 hari ini untuk dua kota di Provinsi Gyeongsang Utara bagian selatan, yakni Gyeongsan dan Pohang,” ujar Kepala KMA Lee Mi-seon dalam konferensi pers, Minggu (12/7), dikutip dari AFP.

Wilayah tersebut telah mencatat suhu yang memenuhi ambang batas peringatan darurat sepanjang akhir pekan.

“Ini merupakan pertama kalinya peringatan tersebut dikeluarkan sejak sistem baru mulai berlaku,” lanjut Lee.

Lee menegaskan bahwa status darurat gelombang panas tidak hanya menunjukkan kondisi cuaca yang sangat panas, tetapi juga menandakan meningkatnya ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

“Peringatan ini menunjukkan kondisi ketika bahkan orang yang sehat sekalipun menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan serius akibat panas, termasuk penyakit terkait suhu ekstrem hingga kematian,” ujar Lee.

Ia mengimbau masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan agar segera menghentikan kegiatannya dan berpindah ke lokasi yang lebih sejuk. Warga juga diingatkan untuk tidak meninggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan.