Kota Jambi – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka kegiatan National Leadership Training (NLT) Asian Medical Students’ Association (AMSA) Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Jumat siang (05/01/2026) dan diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Mengusung tema NEURAL (Neurological Education and Research for Accessible Language), kegiatan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan dan hubungan antar delegasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang strategis bagi mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi yang relevan dengan perkembangan dunia kesehatan modern.
Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan menilai kehadiran mahasiswa kedokteran dari berbagai daerah sebagai kehormatan bagi Kota Jambi.
“Kehadiran para mahasiswa kedokteran dari berbagai daerah merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kota kami,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa National Leadership Training menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan zaman.
“Leadership adalah modal utama, karena memang sebagai manusia sudah fitrah kita sebagai pemimpin yang harus dioptimalkan, setidaknya bagi diri sendiri,” tuturnya.
Maulana juga menegaskan pentingnya jiwa kepemimpinan bagi seorang dokter dalam menghadapi dinamika dunia kesehatan.
“Terutama bagi seorang dokter harus memiliki jiwa leadership,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung sejarah pendidikan di Jambi yang telah berkembang sejak lama, salah satunya melalui Situs Candi Muaro Jambi yang memiliki luas sekitar 3.900 hektare.
“Dulu dunia belajar ke kita dan ini adalah gambaran bahwa pendidikan terus berkembang, begitupun dunia kesehatan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa bidang neurologi merupakan disiplin ilmu yang kompleks dan terus berkembang, sehingga perlu didukung kemampuan komunikasi yang baik agar dapat dipahami masyarakat luas.
“Di sinilah pentingnya riset, komunikasi kesehatan, dan inovasi agar layanan kesehatan dapat diakses secara lebih luas, setara, dan inklusif,” sebutnya.
Maulana berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan peserta, memperkuat jejaring nasional, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih baik.
“Jadilah dokter dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengenal budaya dan suasana Kota Jambi selama mengikuti kegiatan.
“Kepada seluruh peserta, saya juga mengajak untuk menikmati suasana kota kami, mengenal budaya lokal, serta membawa pulang kesan baik tentang keramahan daerah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Dekan FKIK Universitas Jambi, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan bahwa AMSA merupakan organisasi formal di bawah fakultas yang telah banyak berkiprah. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter dan kolaborasi bagi generasi muda di bidang kesehatan.
“Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan nasional ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, empati, komunikasi, dan inovasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan lahir calon pemimpin yang adaptif, visioner, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di dunia kesehatan Indonesia.
Penyelenggaraan NLT AMSA Indonesia 2026 menjadi bagian dari komitmen FKIK Universitas Jambi dalam mendukung pengembangan soft skill mahasiswa di luar kurikulum wajib. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan manajemen organisasi, komunikasi publik, serta etika kepemimpinan yang kuat.

