Jambi — Pernyataan klarifikasi yang disampaikan oleh saudara DK, salah satu oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN), terkait penggerebekan dirinya di sebuah kamar kos, kini menuai babak baru. Sebelumnya, DK berdalih bahwa saat diamankan, ia tidak sedang berduaan dengan perempuan, melainkan bersama seorang anggota TNI.
Namun, klaim tersebut dipastikan gugur setelah pihak terkait melakukan konfirmasi langsung kepada sosok yang disebut-sebut oleh DK, yakni saudara Yoli.
Bantahan Langsung dari Saudara Yoli
Dalam keterangannya,Yoli secara tegas membantah pernyataan Dr. DK yang mencatut institusi TNI. Ia menyatakan bahwa dirinya bukanlah anggota TNI sebagaimana yang diklaim oleh sang dosen untuk membela diri.
Berikut ini kutipan percakapan Yoli yang berhasil dihimpun redaksi ;
“klo saya di bilang anggota TNi saya ralat karna saya ngak berdinas lagi di TNI tapi eks TNI…
”Itulah tadi saya udah menghubungi pak dedek juga saudaranya yg menelpon saya sebelum cerita ini memberitahukan, klo saya kenapa di bilang anggota TNI, nanti malah Jadi masalah,di kira saya masih ngaku-ngaku anggota TNI tetapi blom di bls wa saya,” ungkap Yoli dalam konfirmasi via WA.
Ketidaksesuaian antara pengakuan DK dengan fakta di lapangan ini memperkuat dugaan adanya upaya pengalihan opini terkait insiden di kamar kos tersebut.
WJ Angkat Bicara
Dalam kesempatan nya, WJ menjelaskan bahwa persoalan bermula dari hubungan bisnis antara rekannya, Rahmad, dengan DK. Dalam keterangannya, DK disebut meminta sejumlah uang dengan dalih adanya proyek di lingkungan kampus yang akan diberikan kepada Rahmad, Minggu 3 Mei 2026.

