Jakarta — Perkembangan jenis kendaraan, mulai dari mobil berbahan bakar bensin hingga kendaraan listrik, membuat kebutuhan perlindungan kendaraan semakin kompleks. Perbedaan karakteristik dan risiko dari masing-masing jenis kendaraan menuntut pemilik untuk lebih cermat dalam memilih perlindungan yang tepat.

Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia, Suhandi Sumantri, membagikan sejumlah tips dalam menentukan perlindungan kendaraan yang sesuai.

Kenali Jenis Perlindungan Dasar

Secara umum, terdapat dua jenis utama asuransi kendaraan:

  • Total Loss Only (TLO): Memberikan perlindungan jika kendaraan mengalami kerusakan berat (minimal 75% dari nilai pertanggungan) atau hilang akibat pencurian.
  • Asuransi Komprehensif (All Risk): Menawarkan perlindungan lebih luas, termasuk kerusakan sebagian akibat tabrakan, tergelincir, terbalik, benturan, perbuatan jahat, kebakaran, hingga kehilangan.

Pemilihan jenis perlindungan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, intensitas penggunaan, serta kondisi finansial. Asuransi komprehensif umumnya memiliki premi lebih tinggi karena cakupan perlindungannya lebih luas.

Sesuaikan dengan Jenis Kendaraan

Setiap kendaraan memiliki risiko yang berbeda. Pada kendaraan konvensional, risiko utama terletak pada mesin dan sasis. Sementara itu, pada kendaraan listrik, komponen baterai menjadi perhatian utama.

Karena itu, penting memastikan polis asuransi mencakup kebutuhan spesifik sesuai jenis kendaraan yang dimiliki.