Jakarta — Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran mulai menunjukkan sikap lebih lunak dan terbuka untuk berunding terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Trump menyebut Washington saat ini tengah terlibat dalam “diskusi yang sangat positif” dengan Iran guna mencari solusi atas peperangan kedua negara.
“Saya sepenuhnya mengetahui bahwa perwakilan saya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan negara Iran, dan bahwa pembicaraan ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak,” kata Trump melalui platform Truth Social, Minggu (3/5).
Selain itu, Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mulai mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang saat ini diblokade Iran.
Ia mengungkapkan bahwa banyak negara telah meminta bantuan AS untuk memastikan keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.
“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas mereka dengan bebas dan lancar,” ujarnya.
Trump menambahkan bahwa operasi tersebut akan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah dengan nama “Project Freedom”.
Ia menyebut langkah itu sebagai “gesture kemanusiaan”, mengingat banyak kapal yang terjebak di kawasan tersebut mulai kehabisan pasokan makanan dan kebutuhan penting lainnya bagi awak kapal.
Pernyataan ini muncul setelah Iran mengajukan 14 poin proposal perundingan yang berfokus pada penghentian perang. Washington disebut telah merespons proposal tersebut melalui pesan yang disampaikan kepada Pakistan sebagai mediator.
Sejak konflik memanas, Iran mempertahankan kendali ketat atas Selat Hormuz dan memblokade jalur tersebut, yang berdampak pada distribusi global minyak, gas, dan pupuk. Sebagai balasan, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Berdasarkan data firma intelijen maritim AXSMarine, per 29 April terdapat lebih dari 900 kapal komersial di kawasan Teluk, menurun dari lebih dari 1.100 kapal pada awal konflik.

