Jakarta — Jagat maya di Provinsi Aceh belum lama ini diramaikan oleh unggahan yang merekam sebuah Toyota Supra MK5 melintas di kawasan Banda Aceh. Kehadiran mobil sport asal Jepang itu menjadi sorotan karena tergolong langka di provinsi paling barat Indonesia.
Sosok di balik kemudi bukan figur yang lazim diasosiasikan dengan kekayaan instan. Ia adalah Muhammad Avanda Alvin (@avandaalvin), pemuda 26 tahun yang membangun kekayaannya secara bertahap melalui keahlian memahami cara kerja mesin pencari Google.
Sebelum dikenal mampu menembus halaman pertama Google, Alvin kecil memiliki cita-cita menjadi pilot. Namun, ia justru menemukan “cara terbang” lain dengan menjelajahi dunia digital yang saat itu masih belum banyak diminati.
Alvin lahir pada 24 Juni 1999 di Lhokseumawe. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga akademik. Mendiang ayahnya, Ir Mohd Arskadius Abdullah, MSi, merupakan dosen teknik mesin, sementara sang ibu, Dra Hj Abidah, aktif di dunia wirausaha. Lingkungan tersebut membentuk karakter Alvin yang logis sekaligus peka terhadap peluang.
Pesantren, Homeschooling, dan Pilihan Berbeda
Alvin mengawali pendidikan di MIN Kutablang, Lhokseumawe, kemudian melanjutkan ke Pesantren Ulumuddin Lhokseumawe hingga jenjang sekolah menengah pertama.
Saat memasuki SMA, ia memilih keluar dari sistem pendidikan formal dan beralih ke homeschooling. Pada awal 2010-an, keputusan ini masih tergolong tidak biasa, terutama di Aceh.
Pilihan tersebut diambil agar ia memiliki waktu lebih untuk mengembangkan minat yang telah dirintis sejak sekolah dasar, yakni membangun situs web.
Alvin kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berdasarkan data PDDikti, ia tercatat sebagai mahasiswa aktif di program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Penguasaan bahasa Inggris menjadi bekal penting untuk menembus pasar digital global.

