Orang tua mungkin menganggap anaknya sehat, padahal terdapat masalah kesehatan atau indikasi gangguan pertumbuhan yang belum diketahui.

Wihaji menjelaskan, penanganan stunting membutuhkan intervensi yang tepat sejak dini. Karena itu, pemantauan pertumbuhan anak menjadi penting agar kondisi yang membutuhkan penanganan dapat diketahui lebih awal.

Tantangan kedua berkaitan dengan pemerintah daerah. Menurut Wihaji, terdapat pemerintah daerah yang terkadang enggan mengakui tingginya angka keluarga risiko stunting maupun angka stunting di wilayahnya.

Adapun tantangan ketiga adalah pernikahan dini. Wihaji menyebut masih terdapat pandangan di masyarakat yang menjadikan pernikahan sebagai pilihan untuk menghindari hubungan di luar perkawinan.

“Yang terakhir itu pernikahan dini. Tantangannya, [orang tua berpikir] daripada anak zina mending dinikahkan. Para petugas di lapangan harus memberikan penjelasan dan edukasi terus-menerus,” imbuh Wihaji.

Bantuan GENTING Capai Sekitar Rp96 Miliar

Di tengah berbagai tantangan tersebut, program GENTING menyalurkan bantuan melalui sejumlah bentuk intervensi untuk mendukung keluarga sasaran.

Berdasarkan penjelasan Kemendukbangga, bantuan dengan nominal sekitar Rp96 miliar diarahkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan, meliputi bantuan nutrisi, rumah layak huni, jamban sehat, air bersih, pemberdayaan ekonomi, serta edukasi.

Program ini melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh. Berdasarkan catatan Kemendukbangga, hingga kini terdapat 182.682 orang tua asuh yang berasal dari perorangan, komunitas, sektor swasta, akademisi, dan media.