Jakarta — Drama Korea Doctor X yang dibintangi Kim Ji-won mengalami penurunan rating setelah diterpa kontroversi penggambaran sejarah pada pekan sebelumnya. Rating episode kedelapan drama medis tersebut turun menjadi 16,6 persen pada Sabtu (31/10), atau berkurang hampir empat poin persentase dibandingkan episode sebelumnya.

Berdasarkan data Nielsen Korea, sebagaimana diberitakan The Korea Herald pada Senin (2/11), episode kedelapan Doctor X memperoleh rating 16,6 persen. Angka tersebut turun sekitar 3,9 poin persentase dari rating episode keenam yang mencapai 19,5 persen.

Penurunan tersebut terjadi setelah serial yang dibintangi Kim Ji-won itu menuai kritik dari sejumlah pihak. Kontroversi bahkan berkembang hingga muncul petisi yang meminta penayangan drama dihentikan dan proses produksinya ditinjau kembali.

Kontroversi Penggambaran Sejarah Gwangju 1980

Kontroversi Doctor X bermula dari penggambaran Pemberontakan Demokratis Gwangju pada Mei 1980 dalam episode keenam.

Dalam episode tersebut, tokoh utama berupaya mengeluarkan peluru yang telah bersarang di otak seorang pasien selama 46 tahun. Pasien itu diceritakan tertembak ketika militer melakukan penindakan keras terhadap demonstrasi di Gwangju pada Mei 1980.

Pemberontakan Demokratis Gwangju merupakan gerakan pro-demokrasi yang menentang pemerintahan militer Chun Doo-hwan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Mei 1980 dan berakhir dengan penindakan militer secara keras.

Puncak penindakan terjadi pada 27 Mei 1980, ketika pasukan militer secara paksa meredam gerakan tersebut.

Setelah episode keenam ditayangkan, penggambaran peristiwa bersejarah yang sensitif secara politik itu memicu gelombang kritik di dunia maya.

Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi petisi yang diajukan kepada Majelis Nasional. Para pengaju petisi menuntut agar serial Doctor X dihentikan penayangannya dan proses produksinya ditinjau kembali.

Penggambaran Prosedur Medis Juga Menuai Kritik

Kontroversi tidak hanya berkaitan dengan penggambaran sejarah. Doctor X juga mendapat sorotan karena sejumlah adegan prosedur medis yang dinilai kurang akurat.

Sebagian penonton menilai ketidakakuratan tersebut mengurangi realisme cerita dan mengganggu pengalaman menonton.

Salah satu adegan yang dipersoalkan memperlihatkan seorang dokter bedah mengambil keputusan secara sepihak dalam prosedur medis yang melibatkan berbagai spesialisasi.

Sejumlah penonton berpendapat bahwa drama tersebut seharusnya lebih memperhatikan protokol medis yang berlaku di dunia nyata, terutama dalam tindakan yang membutuhkan keterlibatan beberapa dokter spesialis.

Doctor X Masih Populer di Netflix Secara Global

Meski mengalami penurunan jumlah penonton di Korea Selatan, Doctor X masih memiliki basis penonton internasional yang kuat.

Berdasarkan data Tudum, platform pemeringkatan resmi Netflix, drama tersebut menempati posisi kedua dalam daftar tayangan TV nonbahasa Inggris secara global untuk minggu keempat Oktober 2026.

Pencapaian tersebut diraih setelah Doctor X bertahan di posisi pertama selama dua minggu berturut-turut.

Doctor X mengisahkan Gye Soo-jung, yang diperankan Kim Ji-won, seorang dokter bedah brilian yang berani menantang struktur kekuasaan korup serta dinamika politik yang memengaruhi tata kelola rumah sakit.

Sejak pertama kali dirilis, drama ini mencatatkan jumlah penonton yang tinggi. Bahkan, Doctor X berhasil meraih peringkat debut tertinggi di antara miniseri Korea yang dirilis pada 2026.

Penurunan rating domestik di tengah kontroversi tersebut menjadi perkembangan terbaru perjalanan Doctor X, sementara popularitasnya di tingkat internasional masih terlihat melalui peringkat Netflix.