Setelah episode keenam ditayangkan, penggambaran peristiwa bersejarah yang sensitif secara politik itu memicu gelombang kritik di dunia maya.

Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi petisi yang diajukan kepada Majelis Nasional. Para pengaju petisi menuntut agar serial Doctor X dihentikan penayangannya dan proses produksinya ditinjau kembali.

Penggambaran Prosedur Medis Juga Menuai Kritik

Kontroversi tidak hanya berkaitan dengan penggambaran sejarah. Doctor X juga mendapat sorotan karena sejumlah adegan prosedur medis yang dinilai kurang akurat.

Sebagian penonton menilai ketidakakuratan tersebut mengurangi realisme cerita dan mengganggu pengalaman menonton.

Salah satu adegan yang dipersoalkan memperlihatkan seorang dokter bedah mengambil keputusan secara sepihak dalam prosedur medis yang melibatkan berbagai spesialisasi.

Sejumlah penonton berpendapat bahwa drama tersebut seharusnya lebih memperhatikan protokol medis yang berlaku di dunia nyata, terutama dalam tindakan yang membutuhkan keterlibatan beberapa dokter spesialis.

Doctor X Masih Populer di Netflix Secara Global

Meski mengalami penurunan jumlah penonton di Korea Selatan, Doctor X masih memiliki basis penonton internasional yang kuat.

Berdasarkan data Tudum, platform pemeringkatan resmi Netflix, drama tersebut menempati posisi kedua dalam daftar tayangan TV nonbahasa Inggris secara global untuk minggu keempat Oktober 2026.

Pencapaian tersebut diraih setelah Doctor X bertahan di posisi pertama selama dua minggu berturut-turut.