Ia menilai pembinaan pembalap tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan lomba. Lingkungan kompetisi yang profesional juga diperlukan agar para pelaku balap dapat memahami standar penyelenggaraan internasional.
“Kami siapkan semua yang kami miliki untuk menyukseskan program ini agar melahirkan talenta balap yang bisa membawa nama Indonesia ke ajang balap internasional,” jelasnya.
Sementara itu, CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menilai keberlanjutan menjadi faktor penting dalam membangun kompetisi balap motor nasional.
Sejak awal, Pertamina MRS dirancang sebagai wadah bagi pembalap Indonesia untuk mengembangkan kemampuan melalui sistem kejuaraan yang berkelanjutan. Dukungan sponsor juga dinilai berperan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi.
Pertamina MRS 2026 Diharapkan Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Manfaat penyelenggaraan Pertamina MRS tidak hanya dirasakan di lintasan balap. Kehadiran pembalap, tim, penyelenggara, komunitas, dan penonton turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan Mandalika.
Sektor yang berpotensi memperoleh manfaat antara lain perhotelan, restoran, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan Mandalika memiliki infrastruktur motorsport berstandar internasional yang didukung daya tarik wisata Lombok. Kawasan tersebut juga termasuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

