Ciri khas bangunannya terlihat dari penggunaan bata merah serta hiasan keramik bermotif Tionghoa yang menghiasi sejumlah bagian dinding.

Perpaduan unsur budaya tersebut menjadi gambaran hubungan masyarakat Cirebon dengan berbagai kebudayaan pada masa lalu. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi untuk mengenal sejarah perkembangan Islam di kawasan pesisir.

Pengunjung juga dapat menikmati kuliner dan melihat kerajinan yang dijual di sekitar kawasan Panjunan.

3. Masjid Keramat Megu

Masjid Keramat Megu terletak di Desa Megugede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Masjid ini dipercaya dibangun sekitar abad ke-16 oleh tokoh penyebar Islam bernama Ki Buyut Megu atau Ki Buyut Atas Angin.

Salah satu keunikannya adalah sembilan pintu kayu yang dibuka pada waktu-waktu tertentu, seperti saat pelaksanaan salat Jumat dan salat Id.

Di sekitar masjid juga terdapat sumur yang dianggap keramat serta tiga makam tokoh yang dihormati, yaitu Ki Buyut Megu, Nyi Buyut Megu, dan Pangeran Arya Natas Angin.

Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal tradisi keagamaan dan sejarah lokal masyarakat Cirebon.

4. Masjid Merah Pasalakan

Masjid Merah Pasalakan atau Masjid Syarif Abdurrahman Al Usmani merupakan masjid tua yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16. Keunikan tempat ini terletak pada keberadaan kompleks makam bersejarah yang menyatu dengan area masjid.

Salah satu tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut adalah Syarif Abdurrahman Al Usmani, yang dikenal memiliki hubungan keturunan dengan Sunan Gunung Jati.