Sebelum pengumuman Trump, Zelensky telah menyatakan bahwa Ukraina bersedia menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia apabila Moskow juga menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Syarat timbal balik tersebut menjadi poin penting dalam sikap Kyiv. Ukraina menginginkan penghentian serangan di kedua pihak, bukan hanya pembatasan operasi militer oleh salah satu negara.

Trump, sebaliknya, mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyetujui gencatan tersebut dan menyatakan kesepakatan berlaku segera. Namun, ia tidak merinci bagaimana penghentian serangan akan dipantau ataupun bagaimana dugaan pelanggaran akan ditangani.

Status Kesepakatan Masih Membutuhkan Kejelasan

Perbedaan antara pengumuman Trump dan pernyataan Zelensky membuat status gencatan energi tersebut masih membutuhkan kejelasan. Pernyataan Trump menyebut kesepakatan telah tercapai, sedangkan Zelensky menyatakan belum mengetahui pengumuman itu dan baru menegaskan kesiapan Ukraina jika Rusia turut menyetujui.

Karena belum ada konfirmasi bersama mengenai cakupan dan mekanisme pelaksanaannya, pengumuman tersebut belum dapat diperlakukan sebagai bukti bahwa serangan terhadap infrastruktur energi kedua negara telah benar-benar berhenti.

Perkembangan selanjutnya bergantung pada kejelasan komunikasi diplomatik, persetujuan kedua pihak, serta pelaksanaan kesepakatan di lapangan.