Analis industri menilai pasar untuk layanan tersebut masih sangat terbatas.
“Produk ini menyasar segmen global yang sangat khusus,” ujar Wei Changren, pendiri platform berita keuangan pariwisata btiii.com, dilansir The Straits Times.
Wei mencatat, para pembeli harus memiliki kondisi fisik prima, toleransi risiko tinggi, serta kekayaan likuid dalam jumlah besar.
Adapun Li Xing, penggemar olahraga ekstrem yang tinggal di Beijing, menilai paket tersebut menawarkan pengalaman langka bagi masyarakat yang bukan astronaut terlatih. Namun, menurutnya, tarif yang ditawarkan belum terjangkau bagi kebanyakan orang.
“Kalau saya cukup kaya, saya akan mendaftar untuk perjalanan itu, tetapi harganya terlalu mahal bagi saya,” ucapnya.
China Mulai Mengembangkan Wisata Antariksa
Wei mengatakan wisata antariksa kemungkinan dapat menjadi lebih terjangkau pada masa mendatang. Ia menilai China telah mengembangkan teknologi peluncuran roket dan eksplorasi antariksa selama beberapa dekade terakhir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi penerbangan antariksa komersial adalah startup Beijing InterstellOr. Perusahaan tersebut mengembangkan wahana antariksa berawak yang dapat digunakan untuk penerbangan suborbital dan menargetkan penerbangan komersial pada sekitar 2028.
InterstellOr menyatakan pengembangan wahana CYZ1 diarahkan untuk memungkinkan penerbangan suborbital berawak yang dapat digunakan untuk wisata antariksa. Perusahaan tersebut menargetkan penerbangan komersial sekitar 2028.
Chen Xu, manajer senior InterstellOr, mengatakan persyaratan penumpang tur suborbital tidak seketat astronaut profesional.

