Selagi suara Papua diperlakukan sebagai gangguan, selagi penderitaan hanya menjadi catatan pinggir, selagi keadilan berhenti di batas kepentingan, maka pertanyaan tentang kemerdekaanakan terus hidup dalam kesadaran rakyat.
Bukan karena sejarah tidak dapat berubah, melainkan karena sejarah tidak pernah selesai selama manusia masih menuntut keadilan.
Papua bukan sekadar persoalan yang harus diselesaikan. Papua adalah manusia yang harus didengarkan. Papua adalah masyarakat yang harus dihormati. Papua adalah masa depan yang tidak boleh ditentukandengan menghapus suara orang-orang yang hidup di dalamnya.
Dan jika suatu hari keadilan benar-benar hadir, biarlah ia datang bukan melalui ketakutan,bukan melalui pembungkaman, bukan melalui kemenangan satu pihak atas penderitaan pihak lain, melainkan melalui keberanian menghadapi sejarah, mengakui martabat manusia, dan memberi ruang bagi kehendak rakyatuntuk berbicara tanpa ancaman.
Sebab, tidak ada kemerdekaan yang sempurnajika manusia masih takut menjadi dirinya sendiri.
Selagi Papua belum dapat berbicara dengan bebas, selama itu pula cita-cita kemerdekaan masih menuntut jawaban dari kekuasaan.
“Bangsa yang berani menghadapi pertanyaan tentang kebebasan tidak akan runtuh karena mendengar suara rakyatnya; justru di situlah kemanusiaan dan demokrasi menemukan ukuran yang sesungguhnya.”

