“Pada bulan September tahun ini, NNCC China sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” tutur Lan.
Lan menambahkan, pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi serta membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkotika lintas negara.
China Tangkap Tujuh Orang yang Diduga Terkait
Selain penangkapan 11 tersangka di Indonesia, otoritas China menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut di wilayahnya.
Lan mengapresiasi kerja sama aparat penegak hukum Indonesia, China, dan Malaysia. Menurutnya, koordinasi yang terjalin memungkinkan ketiga negara menggabungkan informasi dan menjalankan langkah penegakan hukum secara terarah.
“Pihak China, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” ujar Lan.
Ia berharap kerja sama Indonesia dan China dalam pemberantasan narkotika terus diperkuat, terutama melalui pertukaran informasi intelijen dan koordinasi penegakan hukum.
Pengembangan kasus laboratorium sabu di Aceh diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap lebih jauh struktur jaringan, aliran pendanaan, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan narkotika lintas negara.

