Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan kendaraan listrik komersial, karena kebutuhan pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan pembelian unit, tetapi juga pengisian daya, pemeliharaan, dan pengelolaan operasional.
Moeldoko Dorong Insentif Kendaraan Listrik Komersial
Founder MAB sekaligus Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam mengembangkan kendaraan listrik untuk segmen komersial. Menurutnya, kendaraan listrik dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung mobilitas yang lebih bersih.
“Dari awal berdirinya sampai dengan saat ini, MAB tetap berkomitmen bermain EV di area komersial. Sehingga MAB menjadi solusi dalam menuju efisiensi dan clean yang menjadi tema utama saat ini: mobilitas masa depan yang bersih dan efisien,” ungkap Moeldoko.
Ia juga menilai kebutuhan kendaraan listrik komersial terus berkembang, terutama untuk sektor transportasi ringan, perkebunan, dan pertambangan.
Di sisi kebijakan, Moeldoko mendorong pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif bagi kendaraan listrik komersial dan transportasi umum. Ia menilai perhatian terhadap insentif selama ini masih lebih banyak diarahkan pada mobil penumpang dan sepeda motor.
“Selama ini kita berbicara insentif hanya berkaitan dengan mobil passenger dan motor, sepeda motor. Tetapi belum pernah ada gagasan, ide yang disampaikan oleh pemerintah tentang mobil-mobil komersial atau transportasi umum. Untuk itu, MAB sekarang sedang mengusulkan kepada pemerintah agar untuk dipikirkan insentif itu tidak saja hanya mobil passenger, tetapi juga mobil komersial,” ujar Moeldoko.

