Selain kendaraan tersebut, MAB menyiapkan lini kendaraan 4×4 untuk perkebunan kelapa sawit dengan kapasitas angkut 5 ton dan 8 ton. Untuk sektor pertambangan, perusahaan menghadirkan pilihan heavy truck 6×4 dan 8×4 dengan kapasitas muatan hingga 55 ton.
Ragam produk itu menunjukkan fokus MAB pada kendaraan niaga yang digunakan dalam kegiatan operasional sehari-hari, terutama sektor yang membutuhkan angkutan barang dan kendaraan berkapasitas besar.
MAB Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik
Kelik menjelaskan, strategi MAB tidak berhenti pada penjualan kendaraan. Perusahaan juga mengembangkan ekosistem pendukung untuk membantu konsumen mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam kegiatan bisnis.
Ekosistem tersebut mencakup kolaborasi dengan penyedia stasiun pengisian daya (charging station), layanan fleet management untuk pengelolaan armada, serta sistem pemantauan terpadu melalui mining command center.
Sistem pemantauan itu dirancang untuk membantu perusahaan memantau data kendaraan yang digunakan pelanggan, termasuk pola operasional dan kondisi kesehatan baterai (battery health).
“Kita datang untuk bukan hanya menjual produk, tetapi juga apa yang kita lakukan adalah kita membawa satu solusi ekosistem kepada potensi-potensi customer kita,” jelas Kelik.
Ia menambahkan, pemantauan data kendaraan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan armada. Informasi operasional dan kondisi baterai diharapkan membantu pengguna memahami kinerja kendaraan selama digunakan dalam kegiatan bisnis.

