Pemerintah mendorong penerapan beragam jalur teknologi dalam kerangka low carbon emission vehicles atau kendaraan rendah emisi. Namun, inovasi modifikasi tetap harus memperhatikan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah mendorong pendekatan multi-pathway teknologi dalam kerangka low carbon emission vehicles. Kami meminta setiap builder menjunjung keselamatan, kelayakan jalan, dan kepatuhan. Karya yang spektakuler juga harus aman, karya yang aman adalah karya yang bertahan,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, kreativitas modifikasi diharapkan dapat berjalan seiring dengan aspek keselamatan dan perkembangan teknologi otomotif yang lebih ramah lingkungan.

3. Perkuat IKM dan Tingkatkan TKDN

Poin ketiga berkaitan dengan penguatan industri kecil dan menengah (IKM), terutama produsen komponen aftermarket lokal. Pemerintah mendorong peningkatan daya saing produk dalam negeri melalui penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Penguatan IKM untuk komponen aftermarket ini sejalan dengan program pendalaman industri manufaktur dan peningkatan TKDN. Ini peluang besar bagi IKM otomotif untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor,” kata Setia.

Penguatan IKM diharapkan membuka peluang bagi produsen komponen otomotif lokal untuk meningkatkan kapasitas industri dan memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat internasional.

IMX 2026 Jadi Panggung Industri Modifikasi Nasional

Dukungan pemerintah tersebut hadir seiring perkembangan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) sebagai wadah bagi ekosistem modifikasi otomotif nasional.