“Tentu saja… kami tidak bisa membicarakan penggabungan perusahaan dan hal semacam itu dalam paparan kinerja. Itu harus dilakukan dengan proses yang semestinya,” ujarnya kala itu.
Dalam pernyataan terbarunya, Musk secara terbuka mengakui adanya potensi manfaat dari penggabungan SpaceX dan Tesla. Meski demikian, ia belum menjelaskan secara terperinci bentuk merger yang mungkin dilakukan, struktur perusahaan setelah penggabungan, maupun jadwal pelaksanaannya.
Karena itu, dukungan Musk belum dapat diartikan sebagai keputusan final untuk menyatukan kedua perusahaan.
Kinerja SpaceX Catat Laba US$4,4 Miliar
Pernyataan mengenai kemungkinan merger tersebut muncul ketika SpaceX melaporkan kinerja keuangan kuartal III yang melampaui ekspektasi analis Wall Street.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, SpaceX membukukan laba bersih sebesar US$4,4 miliar atau sekitar Rp79,2 triliun dengan asumsi kurs Rp18.006 per dolar AS.
Hasil itu menandai kembalinya perusahaan ke posisi laba setelah mengalami kerugian selama dua kuartal berturut-turut pada tahun yang sama.
Pendapatan SpaceX tercatat mencapai US$14,6 miliar atau sekitar Rp262,9 triliun, meningkat 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut perusahaan.
Setelah laporan kinerja tersebut dirilis, saham SpaceX naik hampir 5 persen dalam perdagangan setelah jam pasar. Sementara itu, saham Tesla menguat sedikit di atas 1 persen.
Pergerakan saham tersebut terjadi setelah laporan kinerja SpaceX diumumkan. Namun, kenaikan harga saham tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa investor telah menyetujui rencana merger.
Tesla Pamerkan Roadster Terbaru dengan Teknologi SpaceX
Komentar Musk mengenai kemungkinan penggabungan kedua perusahaan juga muncul setelah Tesla memamerkan Roadster terbaru pada Kamis (15/10/2026).

