Spesialis kedokteran keluarga Matthew Goldman dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa lingkungan yang hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri dalam kondisi tertentu.

“Jika Anda membawa jamur atau bakteri (atau keduanya) pulang dan menaruhnya di bantal atau seprai Anda, ada kemungkinan mereka akan bertahan hidup dan berkembang biak,” kata Goldman, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Ia menjelaskan bahwa kelembapan yang tertahan pada bantal atau seprai dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Meski demikian, tidur dengan rambut basah tidak otomatis menyebabkan infeksi pada setiap orang.

Kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kondisi rambut. Saat basah, rambut lebih rentan mengalami kerusakan akibat tarikan atau gesekan berlebihan.

Rambut basah dapat meregang lebih jauh dibandingkan ketika kering. Karena itu, menyisir, menyikat, atau mengikat rambut terlalu kuat saat masih basah dapat meningkatkan risiko rambut patah dan mengalami kerusakan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, rambut sebaiknya dikeringkan sebelum tidur. Jika perlu menyisir rambut dalam kondisi lembap, lakukan secara perlahan dan hindari tarikan berlebihan.

Cara Menjaga Kesehatan Setelah Kehujanan

Agar tetap nyaman dan menjaga kebersihan tubuh setelah kehujanan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

  • Segera berteduh dan mengganti pakaian yang basah.
  • Membilas rambut dan kulit kepala dengan air bersih, terutama setelah terpapar hujan dalam waktu lama.
  • Mengeringkan rambut sebelum tidur.
  • Menghindari menyisir atau mengikat rambut terlalu kuat ketika masih basah.
  • Menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Dengan demikian, anggapan bahwa rambut basah karena hujan pasti menyebabkan flu tidak tepat. Flu disebabkan oleh infeksi virus, sedangkan menjaga kebersihan rambut dan menghindari paparan dingin berkepanjangan merupakan langkah untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan tubuh.