Orang tua juga sebaiknya menghindari penggunaan HP sebagai cara utama untuk menenangkan anak setiap kali menangis atau marah. Sebagai gantinya, bantu anak mengenali perasaannya dan ajak melakukan kegiatan yang dapat membuatnya kembali tenang.

4. Dampingi Anak Saat Mengurangi Penggunaan HP

Ketika waktu layar berakhir, sebagian balita mungkin menangis atau menunjukkan kemarahan karena belum terbiasa dengan perubahan rutinitas.

Dalam situasi tersebut, orang tua perlu tetap tenang dan menunjukkan empati tanpa mengubah aturan secara terus-menerus.

Misalnya, orang tua dapat mengatakan, “Kamu masih ingin menonton, ya? Ibu tahu kamu senang, tetapi sekarang waktunya selesai. Ayo, kita pilih permainan lain.”

Hindari membentak, mempermalukan, atau memberikan hukuman fisik. Berikan kesempatan kepada anak untuk menenangkan diri dengan pendampingan yang sesuai.

Jika anak mengetahui bahwa aturan berlaku secara konsisten dan orang tua tetap mendampinginya, proses beradaptasi dapat menjadi lebih mudah.

5. Bangun Rutinitas Harian yang Seimbang

Rutinitas yang teratur membantu anak memahami bahwa hari mereka tidak hanya diisi dengan penggunaan HP.

Susun jadwal yang mencakup waktu tidur, makan, bermain aktif, membaca buku, dan berinteraksi dengan keluarga. Pastikan anak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk bergerak dan mengeksplorasi lingkungan sesuai usianya.

Orang tua juga dapat menetapkan waktu dan tempat bebas layar, misalnya saat makan bersama dan menjelang tidur. Perangkat sebaiknya tidak menjadi kegiatan utama yang mengisi setiap waktu luang anak.