“Pasar rakyat merupakan salah satu bagian penting dari ekonomi kerakyatan. Di dalamnya terdapat kehidupan dan penghidupan banyak masyarakat. Karena itu, keberadaan pedagang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan yang memadai,” katanya.

Riri juga mengingatkan bahwa pedagang pasar menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang, antara lain persaingan dengan pasar modern, perubahan dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, serta tuntutan pembenahan tata kelola dan digitalisasi pasar.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, menurutnya, APPSI harus mampu menjadi organisasi yang adaptif, solid dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya.

Ia meminta DPD APPSI Kabupaten Tebo memperkuat komunikasi dan konsolidasi internal, sekaligus membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah daerah, aparat, pengelola pasar dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Bangun komunikasi yang baik dan jaga kekompakan. Organisasi harus mampu menjadi ruang komunikasi antara pedagang dengan pemerintah maupun stakeholder terkait,” ujar Riri.

Perkuat Organisasi hingga Tingkat Akar Rumput
Riri juga mendorong DPD APPSI Kabupaten Tebo untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat komisariat.

Menurutnya, penguatan organisasi di tingkat akar rumput penting agar APPSI dapat semakin dekat dengan pedagang serta mampu memahami berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

“APPSI harus hadir sampai ke tingkat akar rumput. Dengan organisasi yang kuat dan dekat dengan pedagang, aspirasi dapat diserap dengan lebih baik dan diperjuangkan melalui mekanisme organisasi,” katanya.