India Mulai Menghadapi Tantangan Penuaan Penduduk
Penurunan kelahiran tidak berarti jumlah penduduk India langsung menyusut. Populasi India masih terus bertambah karena jumlah penduduknya sangat besar dan memiliki struktur usia yang relatif muda.
Namun, dalam jangka panjang, rendahnya angka kelahiran dapat mengubah struktur penduduk.
Ketika jumlah anak yang lahir semakin sedikit sementara penduduk hidup lebih lama, proporsi penduduk lanjut usia berpotensi meningkat. Pada saat yang sama, pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja dapat melambat.
Laporan SRS 2024 menunjukkan penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 9,7 persen, sedangkan kelompok usia 0-14 tahun turun menjadi 24 persen. Kelompok usia 15-59 tahun mencapai 66,4 persen.
Perubahan tersebut menjadi tantangan baru bagi India, terutama dalam menyiapkan sistem kesehatan, perlindungan sosial, tenaga kerja, dan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan struktur penduduk yang berubah.
India Bukan Satu-satunya Negara yang Mengalami Penurunan Kelahiran
Tren penurunan angka kelahiran bukan hanya terjadi di India.
Sejumlah negara Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Jepang juga mengalami tingkat kelahiran yang rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu demografi utama di kawasan Asia.
Perbedaannya, India masih memiliki jumlah penduduk usia kerja yang sangat besar. Karena itu, rendahnya tingkat kesuburan saat ini tidak otomatis berarti India akan segera mengalami penurunan populasi.
Sebaliknya, perubahan tersebut menunjukkan India sedang memasuki fase baru dalam perjalanan demografinya: dari negara yang selama puluhan tahun berfokus mengendalikan ledakan penduduk menjadi negara yang harus bersiap menghadapi konsekuensi dari keluarga yang semakin kecil dan populasi yang perlahan menua.

