Angka Kematian Bayi India Ikut Menurun

Perubahan tingkat kelahiran India juga berjalan bersamaan dengan membaiknya tingkat kelangsungan hidup bayi.

Menurut SRS 2024, angka kematian bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) India turun dari 30 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 2019 menjadi 24 pada 2024.

Penurunan angka kematian bayi dapat memengaruhi keputusan keluarga mengenai jumlah anak. Ketika peluang anak bertahan hidup semakin besar, kebutuhan untuk memiliki lebih banyak anak sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kematian bayi juga dapat berkurang.

Selain itu, laporan SRS 2024 menunjukkan angka kelahiran kasar India turun menjadi 18,3 kelahiran per 1.000 penduduk pada 2024. Angka tersebut terus menurun dibandingkan 21,0 pada 2014.

India Pernah Khawatir dengan Ledakan Penduduk

Kondisi India saat ini berbeda jauh dengan situasi beberapa dekade lalu.

Pada 1970-an, pemerintah dan pembuat kebijakan India berupaya mengendalikan pertumbuhan penduduk. Saat itu, pertumbuhan populasi dipandang sebagai persoalan besar karena negara tersebut masih menghadapi keterbatasan sumber daya.

Salah satu kebijakan paling kontroversial terjadi pada dekade tersebut ketika pemerintah menjalankan program sterilisasi secara paksa terhadap sejumlah masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi.

Kekhawatiran mengenai pertumbuhan penduduk bahkan masih muncul beberapa dekade kemudian. Pada 2019, Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan mengenai ancaman “ledakan populasi”.

Namun, kondisi demografi India kemudian menunjukkan arah berbeda.

Pada 2022, Survei Kesehatan Keluarga Nasional menunjukkan tanda semakin kuat bahwa tingkat kesuburan India telah mengalami penurunan di berbagai kelompok masyarakat.

Data SRS terbaru semakin memperkuat perubahan tersebut. TFR nasional kini berada di angka 1,9, sementara hanya sejumlah negara bagian yang masih berada di atas tingkat penggantian 2,1. Bihar tercatat memiliki TFR tertinggi sekitar 2,9, sedangkan Delhi berada pada angka sekitar 1,2.