3. Perhatikan Wetness Indicator

Sebagian popok sekali pakai dilengkapi wetness indicator atau indikator yang berubah warna ketika popok mulai basah.

Fitur ini dapat membantu orang tua mengetahui kapan popok perlu diganti sehingga area kulit bayi tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan reaksi kulit bayi terhadap produk yang digunakan. Jika muncul kemerahan atau iritasi setelah menggunakan jenis popok tertentu, produk tersebut dapat dievaluasi dan diganti dengan pilihan lain.

4. Cek Informasi Bahan pada Kemasan

Jangan hanya melihat klaim yang tercantum di bagian depan kemasan. Orang tua juga perlu membaca informasi mengenai bahan atau komponen yang digunakan pada popok.

Beberapa kemasan mungkin menggunakan istilah umum seperti “adhesive”, “color”, “fragrance”, atau “light scent”.

Istilah tersebut belum tentu memberikan gambaran lengkap mengenai bahan yang digunakan. Karena itu, periksa informasi komposisi atau keterangan produk yang dicantumkan produsen, termasuk mengenai pewangi, pewarna, perekat, dan bahan tambahan lainnya.

5. Sesuaikan dengan Kondisi Kulit Bayi

Setiap bayi dapat memiliki kondisi kulit yang berbeda. Karena popok bersentuhan langsung dengan kulit dan digunakan dalam waktu tertentu, respons kulit bayi perlu menjadi perhatian.

Jika bayi menunjukkan tanda kemerahan, ruam, gatal, atau ketidaknyamanan setelah menggunakan produk tertentu, orang tua dapat menghentikan penggunaannya dan mempertimbangkan produk lain.

Jika iritasi tidak membaik atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.