Pengelolaan Sampah Didorong Berbasis Ekonomi Sirkular

Transformasi tata kelola persampahan juga menjadi bagian dari komitmen Kota Jambi dalam aksi iklim.

Pemkot Jambi terus mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola terbuka menuju sistem yang lebih tertutup dan terintegrasi melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Menurut Maulana, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

“Dari tata kelola sampah ini kita mendorong sampah dapat dimanfaatkan menjadi energi. Sampah telah dipilah di depo, selanjutnya residunya dapat dimanfaatkan kembali di TPA,” jelasnya.

Maulana berharap berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dikembangkan dapat terus diperkuat sehingga memberikan dampak bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Jambi.

“Mudah-mudahan program ini bisa terus dikembangkan dan direplikasi di tempat lain. Kita ingin pembangunan di Kota Jambi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan sosial, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Penghargaan The Most Improved City dari WWF tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kota Jambi dalam memperkuat aksi iklim melalui kolaborasi, inovasi teknologi, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan rendah emisi yang berkelanjutan.