6. Suka Ghosting

Ghosting, atau sengaja tidak merespons orang lain, juga dapat menjadi bentuk perilaku pasif-agresif.

Ketika tidak menyukai seseorang atau sedang merasa kesal, seseorang dapat memilih untuk diam, menghindar, atau menghilang tanpa memberikan penjelasan.

7. Hitung-Hitungan Jasa dan Kesalahan

Orang pasif-agresif dapat menyimpan daftar mengenai berbagai hal yang pernah dilakukan untuk orang lain. Mereka juga mengingat hal-hal yang dianggap telah merugikan dirinya.

Pada waktu tertentu, jasa tersebut maupun kesalahan orang lain dapat kembali diungkit untuk menyudutkan pihak lain.

Kenali Polanya, Bukan Sekadar Satu Perilaku

Mengenali tanda-tanda pasif-agresif dapat membantu seseorang menjaga batas dan merespons situasi dengan lebih tepat.

Namun, tidak setiap orang yang diam, menunda pekerjaan, atau memberikan jawaban singkat dapat langsung disebut pasif-agresif. Pola perilaku yang berulang menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika tindakan tersebut terus menimbulkan masalah dalam komunikasi atau hubungan dengan orang lain.