3. Melakukan Sabotase Diam-Diam
Orang pasif-agresif terkadang menunjukkan penolakan melalui tindakan yang dilakukan secara tidak langsung.
Contohnya, sengaja tidak memberi tahu teman mengenai tenggat waktu pengumpulan tugas kuliah atau membatalkan janji untuk menghadiri acara penting. Ketika ditanya, alasannya bisa berupa lupa atau sibuk sehingga tidak sempat memberi kabar lebih awal.
Perilaku serupa juga dapat muncul dalam bentuk menunda sesuatu, terutama jika hal tersebut berkaitan dengan orang lain.
Menurut Your Tango, penundaan dapat menjadi salah satu cara menunjukkan penolakan tanpa mengatakannya secara langsung. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat merusak kepercayaan dan hubungan kerja.
4. Suka Mengeluh Dipasangkan Tidak Adil
Alih-alih menyampaikan keinginan atau keberatan secara terbuka, orang pasif-agresif dapat memosisikan dirinya sebagai korban.
Mereka merasa orang lain terlalu menuntut, terlalu keras, atau tidak memahami dirinya. Dengan cara tersebut, mereka dapat menghindari tanggung jawab untuk menyampaikan sikap atau kemarahan yang sebenarnya dirasakan.
5. Tidak Memberikan Jawaban Tegas
Orang pasif-agresif cenderung memberikan jawaban yang membingungkan atau tidak tegas. Mereka bisa mengatakan “terserah”, “lihat nanti”, atau “iya mungkin” tanpa menunjukkan niat yang jelas.
Akibatnya, orang lain harus menebak-nebak maksud sebenarnya hingga akhirnya merasa frustrasi.
Ketika ditanya kembali, mereka bahkan dapat membalikkan keadaan dan membuat orang lain merasa sebagai pihak yang salah memahami situasi.

