Dana Abadi Kebencanaan Tidak Digunakan Langsung

Dana abadi kebencanaan, kata Joko, tidak digunakan secara langsung. Dana yang dapat dimanfaatkan berasal dari hasil investasi atas dana tersebut.

Hasil pengelolaan dana kemudian dapat digunakan untuk membantu membiayai berbagai kebutuhan, termasuk perlindungan terhadap aset pemerintah melalui asuransi.

Saat ini, hasil pengelolaan dana tersebut telah digunakan untuk membantu mengasuransikan sejumlah aset dan fasilitas pemerintah.

Aset yang mendapat perlindungan antara lain Istana Presiden, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD), serta sekolah milik Kementerian Agama.

Joko mencontohkan manfaat skema tersebut ketika sejumlah bangunan sekolah Kementerian Agama mengalami kerusakan akibat bencana di Sumatra.

“Menariknya kalau Kementerian Agama, kebetulan pas bencana Sumatra, itu kan banyak bangunan sekolahnya hancur, kami sudah dapat pembayaran ketika dia terjadi bencana, kemudian kita dibayar, karena kita sudah beli preminya, Alhamdulillah kan kita sudah punya perikatannya,” jelas Joko.

Dengan skema asuransi tersebut, pembayaran dapat dilakukan ketika aset yang telah diasuransikan mengalami kerusakan akibat bencana.

Dana Tetap Berkembang Saat Tidak Ada Bencana

Menurut Joko, mekanisme dana abadi juga memungkinkan dana tetap berkembang ketika tidak terjadi bencana.

Dana yang dikelola dapat menghasilkan keuntungan investasi. Hasil tersebut kemudian dapat kembali menambah dana abadi sehingga kapasitas pembiayaan risiko bencana dapat terus diperkuat.

Dengan demikian, dana tidak hanya habis ketika terjadi bencana, tetapi dapat terus berkembang dan digunakan untuk menghadapi risiko bencana pada masa mendatang.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi dasar bagi BPDLH dalam menawarkan skema blended finance kepada mekanisme pendanaan global.

Joko mengatakan Indonesia perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap pola pendanaan berbasis hibah dan bergerak menuju pembiayaan yang juga melibatkan investasi.

“Kita bukan hanya minta, kita mengajak kontribusi, ini yang tadi kami tambahkan bahwa karena kondisi geopolitik sekarang tidak baik-baik saja, kita harus bergerak dari grant grant grant, kemudian berjalannya investasi,” tutup Joko.