Toyota Hadapi Potensi Bea Tambahan
Indus Motor, perusahaan perakit Toyota di Pakistan, juga menghadapi persoalan terkait target ekspor.
Perusahaan tersebut disebut menghadapi potensi penagihan bea masuk tambahan sekitar US$265 juta karena dinilai tidak memenuhi target ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Indus Motor menggugat kebijakan tersebut di pengadilan Pakistan dan penagihan bea itu kemudian dibekukan.
Di sisi lain, sejumlah pelaku industri menilai target ekspor dalam AIDP 2026–31 cukup berat untuk dicapai.
Pakar industri teknologi di Karachi, Noman Ahmed Said, menyebut biaya manufaktur Pakistan masih tinggi, pembiayaan mahal, dan volume pasar domestik relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan ekspor.
Allahwala menilai peningkatan ekspor seharusnya didorong melalui peningkatan daya saing industri.
“Pakistan jelas perlu mendorong ekspor, tetapi cara yang lebih baik adalah membuat manufaktur Pakistan cukup kompetitif sehingga perusahaan mau mengekspor dari sini, bukan memaksa ekspor lewat pembatasan impor,” kata Allahwala.
Dengan kebijakan baru tersebut, Pakistan berupaya meningkatkan ekspor otomotif sekaligus memperkuat produksi lokal. Namun, penerapannya masih menjadi perhatian industri dan berpotensi menjadi isu perdagangan antara Pakistan dan Jepang di WTO.

