Industri Nilai Kebijakan Berpotensi Untungkan Produsen China

Pelaku industri otomotif Pakistan menilai kebijakan baru tersebut dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi produsen kendaraan energi baru asal China.

Sheryar Qadir, Wakil Ketua Senior Pakistan Association of Automotive Parts & Accessories Manufacturers (PAAPAM), mengatakan insentif yang diberikan kepada kendaraan energi baru asal China dinilai lebih besar, sementara produsen Jepang menghadapi tuntutan ekspor dan kepatuhan yang lebih ketat.

“Insentif investasi condong ke pendatang kendaraan energi baru asal China, yang menghadapi standar kepatuhan lebih ringan dan pemanis fiskal lebih besar. Pada saat yang sama, pemain lama asal Jepang menghadapi tekanan berlapis berupa kewajiban ekspor dan kepatuhan yang lebih ketat,” kata Qadir.

Namun, pemerintah Pakistan membantah kebijakan tersebut diskriminatif terhadap produsen dari negara tertentu.

“Kebijakan ini sama sekali tidak mendiskriminasi pabrikan otomotif dari negara mana pun. Kebijakan ini hanya mendorong ekspor di sektor otomotif, yang gagal tumbuh selama bertahun-tahun,” kata seorang pejabat pemerintah seperti diberitakan Nikkei Asia.

Perbedaan Kandungan Lokal Jadi Sorotan

Aamir Allahwala, CEO Tecno Auto Glass, mengatakan kendaraan Jepang yang dirakit di Pakistan memiliki kandungan komponen lokal hingga 65 persen dari nilai kendaraan.

Ia menyebut produsen Jepang membeli komponen lokal senilai sekitar US$720 juta. Sebagai perbandingan, menurut Allahwala, kendaraan Korea memiliki kandungan komponen lokal sekitar 20–25 persen, sedangkan kendaraan China disebut masih memiliki tingkat kandungan lokal yang sangat rendah.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu sorotan industri terhadap penerapan kebijakan baru, terutama karena pemerintah juga menetapkan target peningkatan Minimum Domestic Value Addition (MDVA).

Dalam kerangka AIDP 2026–31, target MDVA pada tahun fiskal 2030–31 mencapai 40 persen untuk mobil penumpang, 45 persen kendaraan komersial ringan, 80 persen traktor, 90 persen sepeda motor dan kendaraan roda tiga, serta 15 persen kendaraan energi baru.