Defisit APBN Masih di Bawah 1 Persen
Purbaya mengatakan posisi fiskal saat ini masih relatif terjaga. Defisit APBN hingga Juli-Agustus masih berada di bawah 1 persen.
“Sekarang saja defisitnya baru 0,91 persen. Juli-Agustus 0,95 lah, enggak naik banyak,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah masih memiliki ruang dalam mengelola anggaran apabila harga minyak dunia bertahan pada level tinggi.
Subsidi BBM Pertalite Tetap Dijaga
Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak dunia juga belum akan langsung menekan daya beli mayoritas masyarakat. Salah satu alasannya karena pemerintah masih memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) tertentu.
“Kalau di-absorb di APBN kan enggak. Sebagian mungkin yang Pertamax yang nggak bersubsidi akan terkena. Tapi kan masyarakat umum daya belinya nggak terganggu. Yang umum yang pakai Pertalite masih disubsidi,” ujarnya.
Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
Harga minyak dunia kembali berada di atas level US$100 per barel pada perdagangan Kamis (10/9).
Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang semakin parah akibat eskalasi serangan Iran dan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 0,1 persen menjadi US$101,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$96,55 per barel atau naik 0,5 persen.

