Target Tambah 100 Ribu Hektare Lahan di Jawa

Selain menangani lahan yang mengalami kekeringan, pemerintah menargetkan lahan yang belum ditanami tetapi memiliki sumber air dapat kembali dimanfaatkan.

Untuk wilayah Jawa, Amran menyebut targetnya bisa mencapai 100 ribu hektare.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai alat dan sarana produksi pertanian untuk mendukung program tersebut. Selain pompa, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) mencakup alat panen serta traktor roda dua dan roda empat.

Untuk seluruh Indonesia, Amran menyebut pemerintah telah menyalurkan lebih dari 100 ribu pompa dan menargetkan tambahan sekitar 50 ribu pompa tahun ini.

Dengan demikian, total pompa diperkirakan mencapai sekitar 150 ribu unit.

Pemerintah juga menggunakan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan serta mengoptimalkan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier.

“Intinya kita melakukan pompanisasi, kemudian benih yang tahan kekeringan, ini kemudian alat mesin pertanian kita drop kirim dari pusat,” ujar Amran.

Karawang Ditargetkan Tiga Kali Tanam

Khusus di Karawang, Amran mengatakan indeks pertanaman (IP) ditargetkan meningkat dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam.

Ia menyebut terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang bisa didorong untuk ditanami dengan dukungan pompa.

Jika lahan tersebut menghasilkan sekitar tujuh ton per hektare, Amran memperkirakan tambahan pendapatan petani dapat mencapai sekitar Rp136 miliar, dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram (kg).

Untuk produktivitas, Amran menyebut rata-rata produksi di Karawang saat ini sekitar tujuh ton per hektare.

Dengan metode pertanian yang disebutnya sebagai AS, produksi disebut dapat mencapai 10 ton per hektare.