5. Berikan Contoh
Salah satu cara mengajari anak berbagi adalah memberikan contoh secara langsung. Orang tua merupakan sosok yang menjadi panutan bagi anak, sehingga perilaku berbagi dapat dikenalkan melalui kegiatan sehari-hari.
Orang tua dapat menciptakan kesempatan agar anak melihat langsung praktik berbagi, misalnya:
- berbagi makanan dan camilan;
- menawarkan minuman kepada anak atau orang lain;
- menanyakan kepada anggota keluarga apakah mereka ingin memilih tayangan televisi;
- menawarkan bantuan kepada pasangan untuk mengerjakan tugas rumah tangga.
Dengan melihat contoh tersebut secara langsung, anak dapat perlahan memahami bahwa berbagi merupakan bagian dari interaksi sehari-hari.
6. Ciptakan Kesempatan untuk Berbagi
Orang tua juga dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar berbagi dan bergiliran.
Misalnya, ketika tempat tinggal memiliki fasilitas umum untuk bermain anak yang merupakan sumbangan warga. Menggunakan fasilitas tersebut dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk memahami bahwa fasilitas bersama digunakan secara bergantian.
Anak juga dapat diajak memainkan permainan yang membutuhkan kesadaran untuk berbagi dan bergiliran. Permainan tersebut dapat dilakukan ketika berkumpul bersama keluarga.
Kesempatan seperti ini dapat menjadi momen bagi orang tua untuk menunjukkan bahwa berbagi dan bergiliran tidak selalu berarti kehilangan sesuatu. Sebaliknya, kegiatan bersama dapat menjadi lebih menyenangkan.
7. Jangan Memaksa Anak
Dalam mengajarkan anak berbagi, memaksa bukanlah pendekatan yang tepat.
Anak-anak yang masih kecil sedang berada dalam tahap mengembangkan rasa kepemilikan terhadap barang mereka. Ketika dipaksa untuk berbagi, anak dapat merasa kehilangan kendali atas barang miliknya sehingga memunculkan rasa kesal atau frustrasi.
Anak juga perlu belajar menetapkan batasan yang sehat bagi dirinya sendiri. Memaksa anak untuk selalu berbagi terkadang justru dapat mengaburkan pemahaman mengenai batasan tersebut.
Karena itu, orang tua dapat mengenalkan konsep berbagi secara bertahap, memberikan contoh, serta menciptakan kesempatan bagi anak untuk berbagi tanpa tekanan.
Pada akhirnya, kemampuan berbagi merupakan keterampilan sosial yang berkembang seiring usia dan pengalaman anak. Dengan pendekatan yang sesuai, orang tua dapat membantu anak memahami bahwa berbagi dan bergiliran merupakan bagian dari hubungan dengan orang lain.

