Selat Hormuz Jadi Titik Penting Ketegangan AS-Iran

Menurut Harrison, situasi baru akan benar-benar membaik apabila AS dan Iran mencapai kesepakatan yang jelas terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

“Kalau tidak ada kesepakatan yang jelas mengenai pembukaan selat dan pencabutan blokade, situasi ini tidak akan bertahan. Pengumuman yang kita lihat sekarang hanya akan menjadi jeda sementara,” ujarnya.

Harrison menjelaskan eskalasi dalam beberapa pekan terakhir dipicu perbedaan penafsiran terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pada Juni lalu.

Menurut dia, Iran menafsirkan salah satu ketentuan dalam MoU tersebut sebagai dasar untuk mengendalikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Di sisi lain, AS berupaya mengurangi pengaruh Iran dengan bekerja sama dengan Oman agar kapal-kapal dapat melintasi jalur di sepanjang pesisir selatan yang berada di luar jangkauan Teheran.

Perbedaan penafsiran tersebut, lanjut Harrison, kemudian memicu peningkatan ketegangan antara kedua negara hingga kembali memunculkan ancaman serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Trump menyatakan AS dan Israel sepakat menunda rencana serangan terhadap Iran setelah menerima permintaan dari Teheran serta sejumlah negara di Timur Tengah.

Namun, Trump menegaskan penundaan tersebut hanya berlaku apabila kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai.