Maulana Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Pembangunan

Usai upacara, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan upacara, terutama anggota Paskibraka Kota Jambi yang telah menjalankan tugas.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi berjalan dengan baik. Adik-adik Paskibraka juga telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,” ujar Maulana.

Memaknai momentum kemerdekaan, Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat mengisi kemerdekaan melalui semangat kebersamaan dan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan Kota Jambi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat.

“Kita harus terus menjaga kebersihan, menjaga keamanan. Dengan kebersihan dan keamanan yang baik, insyaallah pertumbuhan ekonomi kita dapat sesuai target, yaitu mencapai 6 persen,” katanya.

Kolam Retensi Ditargetkan Kurangi Dampak Banjir

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan sejumlah progres pembangunan strategis yang tengah dikerjakan Pemkot Jambi. Salah satunya pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir di Kota Jambi.

Kolam retensi tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir hingga sekitar 60 persen pada sistem Sungai Asam.

Kawasan kolam retensi juga dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Nanti di sekelilingnya kita siapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Kita juga akan memasang lampu sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, baik untuk olahraga maupun aktivitas lainnya,” jelasnya.

Menurut Maulana, pengembangan kawasan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik dan pengembangan ekonomi sirkular.

“Yang paling penting, kita berharap pada musim banjir tahun depan, sistem Sungai Asam ini dapat tertanggulangi. Target kita sekitar 60 persen persoalan banjir di sistem Sungai Asam dapat kita atasi,” tegasnya.

Meski demikian, penanganan banjir tidak berhenti pada sistem Sungai Asam. Pemkot Jambi masih memiliki pekerjaan rumah pada dua sistem lainnya, yakni Sistem Kenali dan Sistem Kambang yang lahannya telah dipersiapkan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Kalau tiga sistem ini bisa kita selesaikan, insyaallah persoalan banjir dapat kita tanggulangi secara bertahap. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik dan kebersihan tetap menjadi prioritas,” katanya.