Satu Abad Perjalanan Panas Bumi Indonesia

Momentum IIGCE 2026 juga dimanfaatkan Pertamina melalui PGE untuk meluncurkan buku bertajuk Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia.

Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Yani kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari peringatan satu abad perjalanan panas bumi Indonesia.

Buku itu mengulas sejarah perkembangan panas bumi nasional yang bermula dari sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926. Sumur tersebut secara konsisten menghasilkan uap kering dan menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri panas bumi di Indonesia.

Perjalanan panjang industri panas bumi nasional, dinamika pengembangannya, hingga peluang panas bumi sebagai sumber energi masa depan Indonesia kemudian didokumentasikan melalui buku tersebut.

Berbagai langkah yang dilakukan Pertamina Group menunjukkan upaya memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional. Pengembangan proyek, eksplorasi wilayah baru, optimalisasi aset, hingga dokumentasi sejarah industri menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transisi energi sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.