Pertamina dan PGE Kembangkan PLTP Ulubelu dan Lahendong
Dalam ajang IIGCE 2026, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani sejumlah kesepakatan strategis sekaligus menerima penugasan eksplorasi panas bumi baru dari pemerintah.
Salah satunya adalah penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi.
“Kami menyambut penandatanganan LOI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara,” ujarnya.
Dia yakin tambahan unit yang dikembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih dan andal untuk semakin banyak rumah tangga serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyediakan energi yang memberdayakan masyarakat,” jelas Ahmad Yani.
PGE Terima Penugasan Eksplorasi Cubadak Panti
Pada kesempatan yang sama, PGE menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat.
Penugasan tersebut menjadi langkah baru bagi PGE untuk memperluas portofolio pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung target transisi energi pemerintah.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dengan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat,” tambah Achmad Yani.

