Sebab suara yang dibungkam hari ini bisa menjadi luka yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

MAHASISWA PAPUA AKAN TERUS BERTANYA

Kami mahasiswa Papua tidak ingin menjadi generasi yang hanya menerima narasi.

Kami ingin menjadi generasi yang berpikir.

Kami akan bertanya ketika negara salah.

Kami akan mengkritik ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat.

Kami akan berbicara ketika hak-hak dasar manusia dipertaruhkan.
Karena diam bukan selalu damai.

Kadang diam adalah tanda bahwa ketakutan telah mengalahkan keberanian.
Dan bagi kami:

“HAM yang takut kepada suara rakyat bukan lagi rumah bagi manusia, melainkan pagar bagi kekuasaan.”

“Kesejahteraan memberi manusia kehidupan; HAM memberi kehidupan itu martabat.”

“Pembangunan dapat membangun jalan, tetapi hanya keadilan yang dapat membangun kepercayaan.”

“Negara boleh mempertahankan wilayahnya, tetapi negara tidak boleh kehilangan kemanusiaannya.”
“Ketika suara politik dibatasi atas nama stabilitas, di situlah HAM harus berdiri paling depan.”

“Papua tidak membutuhkan Menteri HAM yang hanya berbicara tentang apa yang tidak boleh dituntut; Papua membutuhkan keberanian untuk memastikan tidak ada hak manusia yang boleh dirampas.”

*Mahasiswa Papua | Menulis untuk Keadilan, Bergerak untuk Perubahan.