“Kami akan terus mendukung. Teruslah berkreasi demi mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” tutup Maulana.

Angkat Kembali Sapaan Khas Jambi

Sementara itu, Eksekutif Produser film Panggil Aku Kulup, Rachmadi, mengatakan film tersebut dibuat sebagai upaya menghidupkan kembali panggilan kekerabatan khas masyarakat Jambi yang mulai jarang digunakan.

Menurutnya, kata “kulup” dahulu merupakan panggilan orang tua kepada anak laki-laki yang masih kecil.

“Padahal dahulu, ‘kulup’ merupakan panggilan orang tua di Jambi kepada anak laki-laki yang masih kecil,” ujarnya.

Sedangkan untuk anak perempuan, masyarakat Jambi mengenal sapaan “supik”.

“Selain menyampaikan pesan moral kehidupan, kami juga ingin mengangkat dan membumikan kembali panggilan kekerabatan ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Jambi,” pungkasnya.