GM Disebut Diuntungkan, Tudingan Dibantah

Ted Cruz menyatakan General Motors (GM) mendukung ketentuan tersebut karena dinilai dapat membuat Mercedes-Benz tersingkir dari pasar AS sehingga merek Cadillac menjadi lebih kompetitif.

Namun, GM membantah tudingan tersebut.

Perusahaan menyatakan dukungannya terhadap regulasi semata-mata bertujuan melindungi industri manufaktur Amerika dan meningkatkan daya saing produsen otomotif domestik.

Di sisi lain, Mercedes-Benz menegaskan tetap mendukung regulasi yang bertujuan menjaga keamanan nasional AS, namun berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan di negara tersebut.

Produsen Lain Mulai Memindahkan Produksi

Bernie Moreno mengungkapkan beberapa produsen telah mengambil langkah untuk menyesuaikan diri dengan regulasi yang berlaku.

General Motors berencana memindahkan produksi Buick Envision dari China ke Amerika Serikat mulai model tahun 2028.

Sementara itu, Ford juga disebut telah sepakat memindahkan produksi Lincoln yang sebelumnya dibuat di China ke fasilitas di Amerika Serikat.

Moreno menyebut langkah tersebut sebagai kemenangan besar bagi industri manufaktur AS.

Sebelumnya Polestar Juga Terdampak

Kasus Mercedes-Benz muncul setelah Polestar, produsen mobil listrik asal Swedia yang mayoritas sahamnya dimiliki Geely Holding, menyatakan harus menghentikan penjualan kendaraannya di Amerika Serikat mulai model tahun 2027.

Berbeda dengan Polestar, Volvo Cars sebelumnya mengumumkan telah memperoleh otorisasi untuk tetap menjual kendaraan di pasar AS dengan tetap memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku.

Aturan tersebut berkaitan dengan teknologi kendaraan seperti Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler, hingga komunikasi satelit yang dinilai berpotensi mengumpulkan data sensitif pengguna.

Meski telah disetujui di tingkat komite, RUU tersebut belum resmi menjadi undang-undang. Sejumlah pihak menilai kemungkinan larangan penuh terhadap Mercedes-Benz di pasar Amerika Serikat masih relatif kecil.