Sopir Truk Ditembak Saat Membantu Rekannya

Korban lainnya adalah Ahmed Nasser Isleem, sopir truk bantuan yang ditembak mati pada 8 Juli di kawasan perbatasan Gaza selatan.

Kakaknya, Khader Isleem, mengatakan Ahmed telah mengantongi izin resmi untuk mengemudikan truk bantuan menuju Koridor Philadelphi.

Saat konvoi yang membawa bantuan untuk World Central Kitchen berhenti karena salah satu truk mengalami kerusakan, Ahmed turun untuk membantu.

Menurut kesaksian keluarga, sebuah kendaraan militer Israel kemudian mendekat dan memerintahkan para sopir mengangkat tangan.

“Tanpa peringatan, salah satu tentara itu menembak langsung ke arah kepala Ahmed dari jarak dekat,” kata Khader.

Laporan The Guardian menyebut sejumlah sopir lain yang berada di lokasi turut menguatkan kesaksian tersebut.

Mereka mengaku setelah penembakan terjadi, para tentara memerintahkan seluruh sopir turun dari kendaraan, melucuti pakaian mereka, lalu melakukan pemukulan.

Serangkaian Insiden terhadap Pekerja Bantuan

Sebelumnya, pada akhir Mei, dua sopir truk bantuan, Mahmoud Awad dan Mohammed al-Hila, juga dilaporkan tewas ditembak saat berada di dalam kendaraan mereka di kawasan Rafah.

Militer Israel sebelumnya menyatakan telah melakukan penyelidikan serta melakukan perubahan terhadap aturan penggunaan tembakan setelah insiden tersebut.

Namun, menurut laporan yang dikutip media, kondisi di lapangan disebut belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Sejak saat itu, dilaporkan sedikitnya satu sopir kembali tewas, empat orang mengalami luka-luka, dan sedikitnya 16 lainnya ditangkap atau ditahan.

Situasi tersebut memicu protes dari asosiasi pengemudi truk independen yang mendesak adanya perlindungan lebih besar bagi sopir dan petugas keamanan yang bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.