5. Menggunakan Steroid atau Narkoba

Penggunaan steroid anabolik, suplemen testosteron tanpa pengawasan dokter, maupun narkoba seperti ganja dan kokain dapat menghambat pembentukan sperma.

Pada beberapa kasus, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

6. Membiarkan Area Testis Terlalu Panas

Produksi sperma berlangsung optimal pada suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan suhu tubuh.

Kebiasaan memangku laptop terlalu lama, sering berendam air panas, memakai pakaian dalam yang terlalu ketat, atau duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu di area testis sehingga memengaruhi kualitas sperma.

7. Berat Badan Berlebih

Obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon testosteron yang berperan penting dalam produksi sperma.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu mempertahankan kesuburan.

8. Pola Makan Tidak Sehat

Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan daging merah dapat berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan kaya antioksidan untuk membantu melindungi sperma dari kerusakan.

9. Kurang Bergerak atau Olahraga Berlebihan

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan kualitas sperma.

Namun, olahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi tanpa waktu pemulihan yang cukup juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesuburan.

Karena itu, lakukan olahraga secara seimbang sesuai kondisi tubuh.