JAKARTA – Hormon testosteron sering dikaitkan dengan laki-laki. Namun, perempuan juga secara alami memproduksi hormon ini dalam jumlah kecil melalui ovarium dan kelenjar adrenal.

Bersama hormon estrogen, testosteron berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan reproduksi, fungsi ovarium, massa otot, hingga kepadatan tulang.

Meski demikian, kadar testosteron yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati, penampilan fisik, hingga sistem reproduksi perempuan.

Mengutip Cleveland Clinic, kelebihan hormon androgen, termasuk testosteron, dikenal sebagai hiperandrogenisme. Kondisi ini dialami sekitar 5–10 persen perempuan usia reproduktif dan paling sering berkaitan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Berikut beberapa tanda yang dapat muncul ketika kadar testosteron pada perempuan terlalu tinggi.

1. Tumbuh Rambut Berlebih di Wajah dan Tubuh

Salah satu gejala yang paling umum adalah munculnya rambut tebal di area yang biasanya lebih banyak dialami laki-laki, seperti dagu, kumis, pipi, dada, punggung, dan perut.

Mengutip Healthline, kondisi yang disebut hirsutisme ini umumnya dipicu oleh peningkatan hormon androgen.

2. Rambut Kepala Menipis

Di sisi lain, kadar testosteron yang tinggi juga dapat menyebabkan rambut di kepala menipis atau mengalami pola kerontokan menyerupai kebotakan pada laki-laki.

Kondisi ini terjadi akibat pengaruh hormon terhadap folikel rambut.

3. Suara Menjadi Lebih Berat

Perubahan kadar hormon androgen yang signifikan dapat menyebabkan suara terdengar lebih berat atau lebih dalam dibandingkan sebelumnya.

Meski tidak selalu terjadi, gejala ini termasuk salah satu tanda hiperandrogenisme.

4. Jerawat Sulit Hilang

Menurut Medical News Today, kadar testosteron yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) pada kulit.

Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul dan cenderung sulit sembuh, terutama di area wajah, dada, serta punggung.

5. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Kelebihan testosteron dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Sebagian perempuan mengalami menstruasi yang lebih jarang, terlambat, bahkan tidak mengalami haid dalam beberapa bulan.

6. Massa Otot Bertambah dan Ukuran Payudara Berubah

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi komposisi tubuh.

Pada sebagian perempuan, kadar testosteron yang tinggi menyebabkan peningkatan massa otot, sementara ukuran payudara dapat tampak mengecil akibat perubahan hormonal.

7. Gangguan Suasana Hati

Mengutip Health, kadar testosteron yang tinggi, terutama pada perempuan dengan PCOS, dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati.

Beberapa kondisi yang dapat muncul antara lain:

  • Kecemasan (anxiety)
  • Depresi
  • Emosi yang lebih mudah berubah
  • Perubahan perilaku

Meski tidak dialami semua perempuan, perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidup.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Apabila mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan hormon, evaluasi kondisi ovarium, serta penelusuran penyebab lain diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

Perlu diingat, tingginya kadar testosteron bukan berarti seseorang pasti mengalami penyakit tertentu. Namun, deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang memengaruhi kesehatan reproduksi maupun metabolisme.

Fakta Singkat

  • Perempuan juga memproduksi hormon testosteron dalam jumlah kecil.
  • Hiperandrogenisme dialami sekitar 5–10 persen perempuan usia reproduktif.
  • Penyebab tersering adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
  • Gejala meliputi tumbuh rambut berlebih, jerawat, rambut rontok, suara berat, hingga gangguan menstruasi.
  • Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan terapi yang sesuai.