Meski tidak selalu terjadi, gejala ini termasuk salah satu tanda hiperandrogenisme.
4. Jerawat Sulit Hilang
Menurut Medical News Today, kadar testosteron yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) pada kulit.
Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul dan cenderung sulit sembuh, terutama di area wajah, dada, serta punggung.
5. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Kelebihan testosteron dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
Sebagian perempuan mengalami menstruasi yang lebih jarang, terlambat, bahkan tidak mengalami haid dalam beberapa bulan.
6. Massa Otot Bertambah dan Ukuran Payudara Berubah
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi komposisi tubuh.
Pada sebagian perempuan, kadar testosteron yang tinggi menyebabkan peningkatan massa otot, sementara ukuran payudara dapat tampak mengecil akibat perubahan hormonal.
7. Gangguan Suasana Hati
Mengutip Health, kadar testosteron yang tinggi, terutama pada perempuan dengan PCOS, dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati.
Beberapa kondisi yang dapat muncul antara lain:
- Kecemasan (anxiety)
- Depresi
- Emosi yang lebih mudah berubah
- Perubahan perilaku
Meski tidak dialami semua perempuan, perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidup.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Apabila mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan hormon, evaluasi kondisi ovarium, serta penelusuran penyebab lain diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

